Hai sisters!
Aku Melisa Sudiashri, seorang istri dan ibu yang sangat ingin tetap dapat mengaktualisikan diri meski di dalam rumah. Sebelum berumah tangga, aku adalah seorang karyawan dari sebuah perusahaan multinasional, namun karena perusahaan tidak memperbolehkan suami dan istri bekerja dalam 1 perusahaan, aku pun harus rela resign.
Selepas resign, awalnya ingin kembali melamar pekerjaan di perusahaan lain. Tapi qadarullah diberi kepercayaan untuk langsung hamil. Kehamilanku cukup berat di trimester awal sehingga tidak memungkinkan untuk mengikuti proses recruitment, sehingga aku memutuskan untuk fokus pada kehamilan sampai dengan nanti melahirkan. Setelah melahirkan si kecil, aku malah nggak tega jika harus meninggalkannya pergi bekerja. Sedangkan aku yang terbiasa memiliki income sendiri merasa perlu mencari celah usaha apa yang bisa dilakukan agar aku tetap dapat produktif sambil mengasuh si kecil.
Berawal dari aku yang berbelanja kebutuhan si kecil di pameran produk Ibu dan Anak, beberapa teman ada yang titip belanja. Aku pun tersadar ternyata ada peluang berupa jasa titip belanja. Aku dengan seorang partner menjalani jastip Aynitipdong dari awal 2019 dengan mengikuti berbagai pameran Produk Ibu dan Bayi juga barang-barang mall yang diskon, Alhamdulillah berjalan cukup baik. Kemudian di tahun 2020 pandemi terjadi, penyelenggaraan event-event ditiadakan, mall pun tutup. Meski akhirnya grup Jastip masih berjalan karena aku menjual barang import secara pre-order, aku merasa harus mencari peluang lain sebagai cadangan agar aku tetap dapat berpenghasilan.
Mei 2020, bulan kelahiranku, suamiku menanyakan kado apa yang ku mau. Aku request sebuah oven darinya. Akhirnya hobi membuat kue saat jaman sekolah bisa kulakukan kembali. Karena semenjak kuliah aku sudah merantau sehingga sudah jarang sekali bisa masuk dapur mama. Jadi, saat itu senang sekali rasanya aku bisa mengulik dan mempraktekan resep-resep yang biasanya hanya ku tonton di Instagram dan Youtube. Akhirnya membuat kue menjadi waktu favoritku, me time.
Hasil karyaku pertama kali adalah Fudgy Brownies. Setelah beberapa kali trial & error, aku cukup percaya diri dan membagikannya ke beberapa teman dan tetangga. Alhamdulillah respon mereka positif dan menyarankan untuk dijual. Akhirnya aku mendapat positive insight untuk usaha baru, alhamdulillah.
Instagram @thebakeday.id, tempatku berjualan.
Dengan bismillah dan restu dari suami, di bulan Juli 2020 aku membuat akun Instagram dengan nama The Bake Day sebagai nama usaha baruku. Alasan nama itu simpel karena aku berharap setiap hari bisa menjadi hari aku berkesempatan membuat kue, aku memiliki waktu untuk hobiku. Dengan menu perdana Fudgy brownies kemudian Basque Burnt Cheesecake, aku mulai promosi dengan posting foto dan testimoni di Instagram dan mengirimkan produkku ke food influencer di Karawang. Respon dari mereka sangat baik, pun follower akun instagram kami bertambah, juga pelanggan pun berdatangan, alhamdulillah. Saat ini kami sudah memiliki 5 produk dengan lebih banyak macam varian.
Kolaborasi The Bake Day dengan Maestro Gelato dan Mamacica Millecrepes.
The Bake Day juga menjadi supplier untuk sebuah Cafe di Karawang, Maestro Gelato dan mendapatkan testimoni yang positif dari pelanggan cafe. Kemudian 2 bulan The Bake Day berjalan, kami melakukan kolaborasi produk dengan Mamacica Millecrepes mengeluarkan produk Choco Fudgy, yakni Cake dengan fudgy brownies dari The Bake Day sebagai base dan lapis demi lapis crepes-nya Mamacica diatasnya dan topping chocochips. Alhamdulillah, saat ini Choco Fudgy menjadi salah satu menu best seller.
Kolaborasi paket hampers.
Setiap event perayaan hari besar, selain menyiapkan paket hampers sendiri kerap kali The Bake Day juga melakukan kolaborasi dengan Maestro Gelato, Mamacica Millecrepes dan Jamu JaWa.
"Competition make us Faster, Collaboration make us Better." - Fyrefly.
Make us better. Ya, aku merasa kolaborasi The Bake Day dengan Maestro Gelato dan Mamacica ini membawa cukup banyak dampak positif. Menambah inspirasi, koneksi dan dukungan satu sama lain. Sebagai salah satu contoh, kondisi pandemi yang memang mempengaruhi daya beli konsumen, dengan adanya kolaborasi The Bake Day masih mendapatkan tambahan pemasukan dari produk kolaborasi dengan Mamacica, juga produk yang dijual di Maestro Gelato.
Selain hal tersebut, kendala lain yang pernah kami alami saat suamiku tertular virus Covid-19 persis seminggu sebelum adanya pesanan 250 buah cupcake untuk hampers. Bingungnya luar biasa karena belum berani memasukkan asisten ke dalam rumah. Tapi alhamdulillah memiliki sahabat kolaborasi, setelah memastikan aku dan si kecil negatif Covid-19, The Bake Day bekerja sama dengan Mamacica untuk take over their kitchen hehe. Syukurlah pesanan cupcake dapat terselesaikan dengan baik.
Bulk order The Bake Day.
Salah satu pencapaian terbesar The Bake Day adalah mampu menerima bulk order Dutch Boterkoek dan Fudgy Brownies dari sebuah perusahaan untuk diberikan pada karyawannya. Senangnya luar biasa sehari mendapatkan pesanan puluhan loyang kue. Tapi dikarenakan peralatan masih terbatas jadi memakan waktu produksi cukup lama, sehingga kami harus pinjam oven ke tetangga untuk mencapai takt time yang seharusnya. Pencapaian kami selanjutnya adalah pemesanan paket hampers saat event Hari Raya Idul Fitri, alhamdulillah jauh melampaui target kami, mencapai 200++ box. Akhirnya saat itu kami memutuskan untuk menambah unit oven baru, tentu untuk menstabilkan takt time produksi, karena aku tetap harus sambil mengasuh si kecil.
Paket hampers hari raya Idul Fitri dan Natal 2021 oleh The Bake Day.
Bulk order dan paket hampers ini sangat membantu kami mendapatkan pelanggan baru. Setelah mendapatkan produk kami, beberapa dari mereka pun melakukan order sendiri.
Tujuanku mengikuti #ModalPintar Sisternet ini adalah meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi dari The Bake Day di tahun 2022 ini. Aku ingin mengikuti beberapa kursus decorating cake untuk menambah skill-ku sehingga bisa memenuhi permintaan customer, mengikuti kelas bisnis untuk menambah pengetahuanku sehingga dapat bermanfaat untuk usaha pengembangan The Bake Day, memperbaiki kamera mirroless yang kami miliki dan membeli beberapa properti foto untuk meningkatkan kualitas foto produk dengan juga menjadi salah satu wishlist tahun ini. Aku pun ingin meningkatkan penjualan, salah satunya dengan menggunakan jasa media promosi oleh food influencer.
Memiliki offline store menjadi salah satu target ke depan, agar kami dapat melayani customer lebih maksimal dan menjangkau market yang lebih luas. Pun agar bisa hire tenaga kerja dan reseller untuk memberikan lapangan pekerjaan. Aku sangat berharap The Bake Day tidak hanya dapat membawa dampak ekonomi bagiku, tapi juga membawa manfaat untuk orang lain, serta menjadi brand yang lebih dikenal oleh masyarakat lebih luas sehingga menjadi brand image dari Karawang. Insya Allah, Aamiin.
Thank you, #ModalPintar Sisternet!