Hai Sisters! Setiap awal tahun, banyak dari kita semangat bikin resolusi. Tapi di tengah jalan, resolusi itu sering terasa berat dan akhirnya terlupakan. Tenang, Sisters, mungkin yang perlu kamu ubah bukan niatnya, tapi caranya. Salah satu cara yang bisa membantu resolusi lebih realistis dan mudah dijalani adalah dengan metode SMART.
Metode SMART membantu kamu menyusun resolusi yang lebih jelas, terukur, dan sesuai dengan kondisi diri. Yuk, kita bahas satu per satu dengan cara yang santai.
Sisters, resolusi yang terlalu umum biasanya sulit dijalankan. Daripada menulis “ingin hidup lebih sehat”, coba buat lebih spesifik. Misalnya, “ingin rutin jalan kaki 20 menit setiap pagi”. Semakin jelas tujuannya, semakin mudah juga kamu memulainya.
Resolusi akan lebih terasa kalau bisa diukur, Sisters. Dengan target yang terukur, kamu bisa tahu sudah sejauh mana progres yang dicapai. Contohnya, berapa kali dalam seminggu kamu mau olahraga atau berapa buku yang ingin kamu baca dalam setahun.
Penting untuk memastikan resolusi yang kamu buat masih masuk akal dan bisa dicapai, Sisters. Nggak perlu memaksakan target yang terlalu tinggi. Resolusi yang realistis justru bikin kamu lebih konsisten dan nggak cepat menyerah.
Sisters, pastikan resolusi yang kamu buat memang relevan dengan kebutuhan dan kondisi hidupmu saat ini. Jangan bikin resolusi hanya karena ikut-ikutan. Pilih tujuan yang benar-benar punya arti dan manfaat buat dirimu.
Resolusi juga perlu batas waktu, Sisters. Dengan tenggat yang jelas, kamu jadi lebih terarah dan termotivasi. Misalnya, dalam tiga bulan, enam bulan, atau satu tahun ke depan, apa yang ingin kamu capai.
Menyusun resolusi dengan metode SMART bukan soal membuat hidup jadi lebih sempurna, Sisters, tapi membantu kamu melangkah dengan arah yang lebih jelas. Mulai dari tujuan kecil, jalani dengan konsisten, dan beri ruang untuk beradaptasi. Karena perubahan besar selalu dimulai dari langkah yang sederhana.